RSS

Category Archives: Katolik

Matrimony in Catholic Perspective

I don’t know why i really get interested at the first time i thinking about this topic. Actually i haven’t get marry yet, but this topic is quite attractive for me, and i believe for any people with the same age with me. Well, i have done some researched about it and would like to give a brief explanation about matrimony in Catholic Perspective.

Based on this link, what is defined with matrimony is :

“Living Fellowship – Among a single Man and a single Woman – That is happened because personal agreement that is unbreakable – and have to be targetted to loving each other, and a family creation – And must be faithfull with one another and can not be separated except by the death.”

From this definition, It is obvious that Matrimony is not only a matrimony. But deeper of that, it has a special meaning for a human, especially a catholic to be fulfilled.

It’s not an issue nowadays that we can see a lot of artists or even an ordinary people are so easy to get married and after several years or even months, they can also easily divorced due to a problem or whatsoever. This is the thing that should be prevented in catholic’s matrimony.

To marry means that 1 man and 1 woman have to love each other, with all their hearts, without forcing, and especially, they have to commit with their matrimony itself. The baseline of matrimony is love. And 1 thing we have to take note is, that the love should be everlasting, since it’s indeed that love is the based of Matrimony. Once again, love is the based ground of Matrimony. 1 man and 1 woman have to maintain their love even they are getting older, and not physically attractive. And also Matrimony is sacred, which means that for 1 single life, matrimony can only be conducted once, and can not be separated except by death (refering back to the definition above). So it is true that 1 single man and 1 single woman have to love, again, have to love each other until the death come. From the definition above also we can see that another purpose of matrimony is, to build a family. This is written also in Genesis chapter 1 verse 28 :

“God blessed them and said to them, “Be fruitful and increase in number; fill the earth and subdue it. Rule over the fish in the sea and the birds in the sky and over every living creature that moves on the ground.”

God said this words during the creation of Human. So, matrimony is to build a family and a family is built on top of matrimony. So, by right it’s impossible to build a family without matrimony (this is 1 thing that the world has distorted the meaning of matrimony). If you build a family, you will have children. You have to educate them with all right things, so that they can grow in the right way also as well. Your children are gift as you already built a family, so you have to really really care with the children since its a grace from God.

From my brief explanation, we can there is a sequence for having a matrimony. To marry someone is not easy, because it has a value to marry someone, and it has a commitment. You might have to sacrifice a lot of things for your wedding. But to marry means you open a new life, a new life with someone that you really love and you are ready to be faithful with. And also, it have to happen only once in a lifetime. So, you have to be careful with your choice, you have to know him/her very well, and you really have to make sure that your choice is the one that God sent to you.

Well, this is my short opinion regarding matrimony. Any ideas and suggestion are highly welcome :).

 
Leave a comment

Posted by on May 16, 2011 in English, Katolik

 

Freedom of Body (Sebuah Renungan Kecil)

Nemo Liber est Qui Corpori Servit

Sebuah pepatah, atau quote dari bahasa Spanyol. Mungkin bagi yang tidak mengerti quote ini, akan bingung, apa maksud dari statement ini. Jika di terjemahkan ke Bahasa Indonesia, artinya akan menjadi seperti ini :

Tidak ada manusia yang bebas selama ia masih menjadi budak dari tubuh nya

Mungkin statement ini terdengar biasa saja. Namun jika kita renungkan, statement ini memiliki sebuah makna filosofis yang sangat dalam. Selama ini, mungkin kita bergerak secara bebas, tanpa ada paksaan. Namun sadarkah anda, bahwa tidak sedikit waktu di dalam hidup anda di kendalikan oleh keinginan daging anda? Sadarkan anda nafsu, hasrat, dan keinginan kita selama ini lebih di dominasi oleh tubuh kita, oleh roh kedagingan kita, bukan oleh roh yang seharus nya ada di dalam tubuh kita? Bagaimana bisa roh kedagingan kita mengendalikan hampir seluruh waktu hidup kita, tapi secara notabene, kita adalah manusia, makhluk yang derajat nya lebih tinggi daripada binatang? Pernahkah anda merasa ada sesuatu keinginan yang meluap-luap dalam diri anda dan jika keinginan itu tidak di lakukan, akan menyebakan sakit atau gangguan lain yang luar biasa berpengaruh dengan seluruh kehidupan kita?

3 hal besar yang selama ini membuat tubuh kita mengendalikan kejiwaan kita adalah :

1. Karir

Siapa orang yang tidak mau sukses? saya rasa, 100% orang di dunia memiliki keinginan untuk sukses. Namun yang membedakan adalah, BAGAIMANA pandangan orang terhadap makna sukses itu. Ada yang dengan gaji sebulan 1 juta sudah merasa sukses, ada pula dengan gaji 1 M sebulan masih belum merasa sukses. Sadarkah kita, terkadang kita terjebak dalam keinginan daging kita yang selalu ingin sukses? Tidak lah salah jika seseorang memiliki hasrat untuk sukses. Yang menjadi permasalahan adalah, BAGAIMANA cara ia menggapai sukses itu? Jika dengan cara yang benar, ia meniti karir dengan baik, itu tidak akan menjadi masalah. Namun, apakah ia selalu menjegal kiri-kanan, memiliki nafsu untuk menghalalkan segala cara demi tercapai nya karir itu? Inilah yang menjadi permasalahan. Manusia terkadang terjebak dengan hasrat untuk memiliki semua apapun TANPA memikirkan orang lain atau unsur lain. Secara tak sadar, manusia tersebut telah menjadi budak dari tubuh nya sendiri.

2. Kekuasaan / Menguasai (Dalam konteks relasi antar manusia)

Baru-baru ini, kita baru saja melaksanakan Pemilu, dan Puji Tuhan, pemilu berjalan dengan lancar. Kita bisa melihat banyak sekali calon dengan kemampuan masing-masing. Tujuan hanya 1, untuk memimpin Indonesia.
Saya tidak akan membahas jauh mengenai Pemilu, tapi saya akan membahas bagaimana keinginan manusia untuk menguasai orang lain, untuk memberikan pengaruh kepada orang lain. Yang menjadi permasalahan, bagaimana ia menguasai orang lain itu? Apakah ia menguasai orang itu untuk mengambil keuntungan sebesar-besar nya? atau ia menguasai orang itu untuk membuat orang itu menjadi lebih baik? Menguasai orang berarti mengendalikan orang tersebut, baik secara langsung maupun tak langsung, agar orang tersebut melakukan apa yang kita inginkan. Maka muncul pengaruh negatif. Pengaruh negatif diberikan seseorang kepada orang lain. Yang pasti, dengan pengaruh negatif ini, orang yang menguasai akan mendapat keuntungan, dan orang yang di kuasai akan menjadi buruk. Jika kita melihat Yesus, Yesus menguasai manusia dengan tujuan membuat manusia menjadi dekat Allah Bapa. Berbeda dengan Setan, yang menguasai manusia untuk menyerang Allah. Yesus menguasai manusia untuk kebahagiaan manusia sendiri. Karena Yesus memberikan pengaruh yang positif kepada manusia.

3. Sex

Sex merupakan hal yang sangat sensitif. Tuhan Yesus membuat Sex itu hal yang indah. Namun di zaman sekarang ini, jika seorang anak muda belum pernah melakukan Sex, maka anak itu di anggap cemen (cacat mental). Yang lebih memperhatikan, Indonesia sudah mulai meniru budaya ini.
Sangat wajar jika manusia memiliki nafsu Sex, namun akan menjadi tidak wajar jika manusia tersebut menghalalkan segala cara agar nafsu nya dapat terpenuhi. Beberapa contoh diantara nya :
- Masturbasi
Masturbasi merupakan salah satu cara untuk memenuhi nafsu sex nya. Secara tidak sadar, seorang manusia telah menjadi budak dari nafsu sex nya sendiri. Betapa tidak, ia telah merusak konteks atau makna hakikat dari Tubuh, yang merupakan tempat berdiam nya Roh Allah. Dengan masturbasi, seseorang seakan-akan terpenuhi nafsu nya. Namun secara tak sadar, hal tersebut akan menjadi suatu pengikat bagi dirinya untuk melakukan lagi terus dan terus. Hakikat nya, harus nya jiwa kita lah yang mengendalikan nafsu itu. Jangan sampai kita terjebak dalam perbudakan sex oleh tubuh kita sendiri.
-Pemerkosaan
Pemerkosaan indentik dengan 2 hal, yaitu nafsu sex dan penguasaan (lihat poin 2). Seseorang yang melakukan pemerkosaan merupakan seseorang yang awal nya memiliki nafsu sex yang tidak dapat di kendalikan, dan ia ingin menguasai orang lain untuk melakukan hal yang inginkan (memuaskan nafsu sex). Jadi
dalam konteks ini, ada hubungan 2 arah antara 1 orang dengan orang lain. berbeda dengan sebelum nya dimana hubungan nya adalah 1, dimana tubuh nya memuaskan nafsu nya sendiri.
-Prostitusi
Sungguh ironis sekali, tubuh manusia yang merupakan tempat berdiam nya Roh Allah, di perjualbelikan atau di sewakan untuk memenuhi nafus sex. Dimana lagi hakikat tubuh manusia yang sesungguh nya? Mungkin ada yang mengatakan bahwa mereka melakukan itu untuk makan. Namun sekali lagi saya mau ingatkan, jangan pernah anda mengorbankan tubuh anda untuk uang karena anda akan menjadi budak tubuh dan uang untuk seumur hidup anda. Ingat, Tuhan menciptakan manusia bukan untuk dikendalikan oleh tubuh nya sendiri, tapi untuk mengendalikan tubuh nya dan menjaga kesucian. Jangan pernah anda masuk dalam dunia hitam prostitusi, karena itu akan mengecewakan anda SEUMUR HIDUP anda.

Pesan saya dalam renungan ini, teruslah jaga diri anda, jangan pernah sekali-sekali tubuh anda mengendalikan keseluruhan jiwa anda. Jadikan lah tubuh anda mesbah Tuhan, jadikan tubuh anda sebagai alat atau media jiwa anda untuk melakukan segala hal untuk kentetraman Manusia dan kemuliaan Tuhan. Tuhan memberkati!

 
3 Comments

Posted by on August 10, 2009 in Katolik

 

Tags: , , , , , , ,

Minggu Palma dan Minggu Suci bagi Umat Katolik

1 Minggu sebelum hari raya paskah, umat katolik biasanya merayakan hari raya minggu palma. Biasanya dalam perayaan ekaristi, di beberapa gereja di adakan perarakan yang dimulai dari lapangan dengan semua umat dengan membawa daun palma. Kejadian ini mengingatkan kembali saat Yesus datang memasuki kota Yerusalem dengan menunggangi seekor keledai. Saat itu, orang Yahudi di Yerusalem begitu meng-eluelukan nama Yesus. Sungguh di sini kita lihat, bagaimana orang pada saat itu merindukan sosok seorang juru selamat. Pada saat itu, jalan yang dilalui oleh Yesus di tutup dengan daun palma yang berserakan di jalan. Semua orang melambaikan daun palma nya. Bagi gereja katolik, 1 minggu sesudah Yesus memasukin Yerusalem disebut dengan masa “Passion Week”.Ada beberapa istilah yang di pakai oleh orang Barat untuk melukiskan minggu Palma ini. Ada yang menyebut dengan istilah palm sunday, atau sunday of the passion.

Mengapa kita harus merayakan minggu palma?

Dalam minggu Palma ini, ada 2 pelajaran penting yang hendak di berikan. 2 pelajaran utama tersebut adalah :

  • Yesus memasukin Yerusalem Dengan Seekor Keledai
    Yesus memenuhi nubuatnya seperti tertulis di Zakaria 9:9 (“Bersoraklah dengan nyaring hai putri Sion, bersorak-sorak lah hai putri Yerusalem! Lihat rajamu datang kepadamu; Ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.”). Pada saat itu orang-orang berteriak “Hosana!” yang berarti, “Selamatkanlah Kami!”. Pada saat itu mereka yakin hanya Yesus lah yang raja dan mampu melepaskan mereka dari bangsa Romawi dan Yerusalem akan menjadi kota orang Yahudi.
  • Pemandangan Terperinci Mengenai Apa yang Terjadi Antara Minggu Palma dan Minggu Paskah
    Baca Mazmur 22, 118, 69, 110, 53. Event-event yang terjadi saat minggu suci adalah :

    1. Minggu Palma (Palm Sunday)
      Yesus memasukin Yerusalem dengan menggunakan keledai. Semua orang bersahut-sahut menyebut namaNya. Jalan yang ia lewati pun di tutupi dengan daun palma.
    2. Senin Suci (Holy Monday)
      Yesus membubarkan semua pedagang yang berdagang di depat bait suci.
    3. Selasa dan Rabu Suci (Holy Tuesday & Wednesday)
      Yesus memberikan pengajaran di Yerusalem.
    4. Kamis Putih (Maundy Thursday)
      Yesus melakukan pembasuhan kaki terhadap murid-muridnya, Yesus merayakan hari raya Paskah bangsa Yahudi. Setelah itu, Yesus melakukan perjamuan malam terakhir (The Last Supper). Sesudah itu, Yesus dan muridNya pergi ke Taman Getsemani untuk berdoa. Pada saat itu lah, Yesus di tangkap oleh para prajurit Romawi untuk di adili.
    5. Jumat Agung (Good Friday)
      Yesus diadili di hadapan Pontius Pilatus. Namun sebelum Yesus dibawa ke Pontius Pilatus, Yesus di bawa ke Herodes. Setelah itu, Pilatus memberi hukuman mati kepada Yesus. Padahal, pilatus tidak mendapati kesalahan apapun dalam diri Yesus. Namun untuk menjaga karir nya, ia rela mengorbankan Yesus. Akhirnya Yesus dibawa ke atas bukit Golgota, di salibkan, dan akhirnya ia wafat di kayu salib. 7 Perkataan terakhir Yesus adalah :

      1. “Ya Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat!” Lukas 23:34
      2. “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus” Lukas 23:43
      3. “Ibu, inilah anakmu.” Yohanes 19:26-27
      4. “AllahKu, AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Matius 27:46, Markus 15:34
      5. “Aku haus!” Yohanes 19:28
      6. “Sudah selesai” Yohanes 19:30
      7. “Ya Bapa, kedalam tanganMu, Kuserahkan nyawaKu!!” Lukas 23:46
    6. Sabtu Suci (Holy Saturday)
      Yesus wafat.
    7. Minggu Paskah (Easter Sunday)
      Malaikat menemui Maria Magdalena dan Maria yang lainnya saat mereka mengunjungi makam Yesus. Kata malaikat itu, “Mengapa engkau mencari Dia yang hidup diantara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit.” (Lukas 24:5-7).

Paskah merupakan peristiwa paling penting dalam kehidupan agama seorang Katolik karena peristiwa ini merupakan puncak dari iman kita terhadap Yesus Kristus. Karena itu dalam memasuki pekan suci, marilah kita menghayati lagi pengorbanan Yesus dalam hidup kita. Bagaimana Yesus rela di cambuk, darahnya terkucur deras saat prajurit Romawi menghajar dan mencambukNya, orang-orang Yahudi yang asalnya begitu mengeluelkukan Yesus, sekarang berbalik menghina dan menghujat Yesus. Bagaimana rasa sedih yang dirasakan Yesus. Sekarang, kita semua udah di tebus. Maukah kita membalas kasih Yesus dengan memberikan pengorbanan dan cinta kasih kepada orang lain? Mau kah kita menjadi damai dan terang bagi orang lain? Semoga dalam minggu suci ini, kita semua dapat menghayati makna dan cinta kasih Yesus dalam hidup kita. Selamat hari raya Paskah dan Tuhan memberkati selalu.

 
3 Comments

Posted by on April 8, 2009 in Katolik

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.