RSS

Freedom of Body (Sebuah Renungan Kecil)

10 Aug

Nemo Liber est Qui Corpori Servit

Sebuah pepatah, atau quote dari bahasa Spanyol. Mungkin bagi yang tidak mengerti quote ini, akan bingung, apa maksud dari statement ini. Jika di terjemahkan ke Bahasa Indonesia, artinya akan menjadi seperti ini :

Tidak ada manusia yang bebas selama ia masih menjadi budak dari tubuh nya

Mungkin statement ini terdengar biasa saja. Namun jika kita renungkan, statement ini memiliki sebuah makna filosofis yang sangat dalam. Selama ini, mungkin kita bergerak secara bebas, tanpa ada paksaan. Namun sadarkah anda, bahwa tidak sedikit waktu di dalam hidup anda di kendalikan oleh keinginan daging anda? Sadarkan anda nafsu, hasrat, dan keinginan kita selama ini lebih di dominasi oleh tubuh kita, oleh roh kedagingan kita, bukan oleh roh yang seharus nya ada di dalam tubuh kita? Bagaimana bisa roh kedagingan kita mengendalikan hampir seluruh waktu hidup kita, tapi secara notabene, kita adalah manusia, makhluk yang derajat nya lebih tinggi daripada binatang? Pernahkah anda merasa ada sesuatu keinginan yang meluap-luap dalam diri anda dan jika keinginan itu tidak di lakukan, akan menyebakan sakit atau gangguan lain yang luar biasa berpengaruh dengan seluruh kehidupan kita?

3 hal besar yang selama ini membuat tubuh kita mengendalikan kejiwaan kita adalah :

1. Karir

Siapa orang yang tidak mau sukses? saya rasa, 100% orang di dunia memiliki keinginan untuk sukses. Namun yang membedakan adalah, BAGAIMANA pandangan orang terhadap makna sukses itu. Ada yang dengan gaji sebulan 1 juta sudah merasa sukses, ada pula dengan gaji 1 M sebulan masih belum merasa sukses. Sadarkah kita, terkadang kita terjebak dalam keinginan daging kita yang selalu ingin sukses? Tidak lah salah jika seseorang memiliki hasrat untuk sukses. Yang menjadi permasalahan adalah, BAGAIMANA cara ia menggapai sukses itu? Jika dengan cara yang benar, ia meniti karir dengan baik, itu tidak akan menjadi masalah. Namun, apakah ia selalu menjegal kiri-kanan, memiliki nafsu untuk menghalalkan segala cara demi tercapai nya karir itu? Inilah yang menjadi permasalahan. Manusia terkadang terjebak dengan hasrat untuk memiliki semua apapun TANPA memikirkan orang lain atau unsur lain. Secara tak sadar, manusia tersebut telah menjadi budak dari tubuh nya sendiri.

2. Kekuasaan / Menguasai (Dalam konteks relasi antar manusia)

Baru-baru ini, kita baru saja melaksanakan Pemilu, dan Puji Tuhan, pemilu berjalan dengan lancar. Kita bisa melihat banyak sekali calon dengan kemampuan masing-masing. Tujuan hanya 1, untuk memimpin Indonesia.
Saya tidak akan membahas jauh mengenai Pemilu, tapi saya akan membahas bagaimana keinginan manusia untuk menguasai orang lain, untuk memberikan pengaruh kepada orang lain. Yang menjadi permasalahan, bagaimana ia menguasai orang lain itu? Apakah ia menguasai orang itu untuk mengambil keuntungan sebesar-besar nya? atau ia menguasai orang itu untuk membuat orang itu menjadi lebih baik? Menguasai orang berarti mengendalikan orang tersebut, baik secara langsung maupun tak langsung, agar orang tersebut melakukan apa yang kita inginkan. Maka muncul pengaruh negatif. Pengaruh negatif diberikan seseorang kepada orang lain. Yang pasti, dengan pengaruh negatif ini, orang yang menguasai akan mendapat keuntungan, dan orang yang di kuasai akan menjadi buruk. Jika kita melihat Yesus, Yesus menguasai manusia dengan tujuan membuat manusia menjadi dekat Allah Bapa. Berbeda dengan Setan, yang menguasai manusia untuk menyerang Allah. Yesus menguasai manusia untuk kebahagiaan manusia sendiri. Karena Yesus memberikan pengaruh yang positif kepada manusia.

3. Sex

Sex merupakan hal yang sangat sensitif. Tuhan Yesus membuat Sex itu hal yang indah. Namun di zaman sekarang ini, jika seorang anak muda belum pernah melakukan Sex, maka anak itu di anggap cemen (cacat mental). Yang lebih memperhatikan, Indonesia sudah mulai meniru budaya ini.
Sangat wajar jika manusia memiliki nafsu Sex, namun akan menjadi tidak wajar jika manusia tersebut menghalalkan segala cara agar nafsu nya dapat terpenuhi. Beberapa contoh diantara nya :
– Masturbasi
Masturbasi merupakan salah satu cara untuk memenuhi nafsu sex nya. Secara tidak sadar, seorang manusia telah menjadi budak dari nafsu sex nya sendiri. Betapa tidak, ia telah merusak konteks atau makna hakikat dari Tubuh, yang merupakan tempat berdiam nya Roh Allah. Dengan masturbasi, seseorang seakan-akan terpenuhi nafsu nya. Namun secara tak sadar, hal tersebut akan menjadi suatu pengikat bagi dirinya untuk melakukan lagi terus dan terus. Hakikat nya, harus nya jiwa kita lah yang mengendalikan nafsu itu. Jangan sampai kita terjebak dalam perbudakan sex oleh tubuh kita sendiri.
-Pemerkosaan
Pemerkosaan indentik dengan 2 hal, yaitu nafsu sex dan penguasaan (lihat poin 2). Seseorang yang melakukan pemerkosaan merupakan seseorang yang awal nya memiliki nafsu sex yang tidak dapat di kendalikan, dan ia ingin menguasai orang lain untuk melakukan hal yang inginkan (memuaskan nafsu sex). Jadi
dalam konteks ini, ada hubungan 2 arah antara 1 orang dengan orang lain. berbeda dengan sebelum nya dimana hubungan nya adalah 1, dimana tubuh nya memuaskan nafsu nya sendiri.
-Prostitusi
Sungguh ironis sekali, tubuh manusia yang merupakan tempat berdiam nya Roh Allah, di perjualbelikan atau di sewakan untuk memenuhi nafus sex. Dimana lagi hakikat tubuh manusia yang sesungguh nya? Mungkin ada yang mengatakan bahwa mereka melakukan itu untuk makan. Namun sekali lagi saya mau ingatkan, jangan pernah anda mengorbankan tubuh anda untuk uang karena anda akan menjadi budak tubuh dan uang untuk seumur hidup anda. Ingat, Tuhan menciptakan manusia bukan untuk dikendalikan oleh tubuh nya sendiri, tapi untuk mengendalikan tubuh nya dan menjaga kesucian. Jangan pernah anda masuk dalam dunia hitam prostitusi, karena itu akan mengecewakan anda SEUMUR HIDUP anda.

Pesan saya dalam renungan ini, teruslah jaga diri anda, jangan pernah sekali-sekali tubuh anda mengendalikan keseluruhan jiwa anda. Jadikan lah tubuh anda mesbah Tuhan, jadikan tubuh anda sebagai alat atau media jiwa anda untuk melakukan segala hal untuk kentetraman Manusia dan kemuliaan Tuhan. Tuhan memberkati!

 
3 Comments

Posted by on August 10, 2009 in Katolik

 

Tags: , , , , , , ,

3 responses to “Freedom of Body (Sebuah Renungan Kecil)

  1. CumaOrangYangKebeneranTauSiHans

    August 13, 2009 at 9:59 pm

    bukankah masturbasi merupakan hal yang wajar bagi tiap manusia?
    bahkan ilmu kedokteran pun mengatakan bahwa masturbasi merupakan hal yang sangat manusiawi? Saya rasa masi lebih baik masturbasi daripada napsu ditahan ato dilampiaskan ke orang lain…
    Betul tidak, mas Hans?

     
  2. Hans Kristanto

    August 17, 2009 at 12:21 am

    yap, saya sangat setuju sekali bahwa masturbasi memang hal yang sangat manusiawi, bahkan itu sangat wajar. namun yang jadi masalah, apakah dengan ia bermasturbasi membuat nya menjadi addict dan ia terikat akan hal itu? jika itu yang terjadi, ini lah yang dimaksud dengan tubuh yang tidak bebas karena ia menjadi terikat akan hal yang dapat membuat tubuh atau mental nya menjadi tidak baik. salam🙂

     
  3. stef&i

    November 19, 2012 at 2:09 am

    Amin, Hans.🙂 Bagus, hanya yang hal ¨Pemerkosaan¨hubungannya masih satu arah. Tetapi dengan dua pihak terkait. Yang mendosai tubuhnya yang adalah Bait Allah adalah sang pemerkosa.
    Sedangkan tentang ¨Masturbasi¨, hakikatnya adalah pemerkosaan tubuh sendiri. Menurut pengalamanku ya, bila bermasturbasi utamanya adalah sedang mengalami masalah kejiwaan. Apakah bawah sadar sedang mengalami gejolak emosi negatif seperti jengkel, marah, kecewa, dll. Dan itu merupakan proses pembelajaran penguasaan diri, yang merupakan tanda buah roh terakhir.
    Semoga bermanfaat, dan semakin semangat menulis😉

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: